tiwi

  • Submitted By: tiwi
  • Pregnancy
  • 0
  • 734
  • 0

Faktor Penyebab Obesitas Pada Bayi

Apakah Anda termasuk ibu yang memiliki bayi obesitas? Jika ya, kenapa bayi Anda bisa terjadi demikian? Ketika bayi Anda mengalami obesitas, apakah Anda tidak pernah merasa khawatir, atau justru malah bangga karena bayi Anda tumbuh dengan cepat dan besar.

Nah, para bunda yang yang berbahagia, Anda harus tetap waspada jika bayi Anda mengalami kelebihan berat badan yang sangat banyak. Bisa jadi kelebihan berat badan pada bayi Anda dapat menyebabkan penyakit lain yang bunda belum mengetahuinya.

Memang, yang terjadi di dunia pada beberapa dekade belakangan, banyak bayi yang mengalami obesitas, salah satunya adalah bayi Anda. Perlu Anda ketahui bahwa, obesitas merupakan salah satu faktor resiko dari terjadinya kanker, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, batu empedu dan penyakit ginjal. Memang, sekarang anak Anda msih bayi, namun hal ini berarti anak Anda mulai menginvestasi penyakit sejak bayi.

Kenapa bisa terjadi obesitas pada bayi? Hal ini tak lepas dari pola pemberian makan pada bayi. Simak selengkapnya agar Anda tahu seputar obesitas pada bayi.

Faktor Penyebab Obesitas Pada Bayi

Terjadinya obesitas pada bayi tak lepas dari beberapa hal yang mempengaruhinya, diantaranya:

Keturunan

Tidak dapat dipungkiri bahwa obesitas dapat menurun pada anak. Walaupun anak masih dalam keadaan bayi. Bagi Anda yang mengalami obesitas, maka jangan terheran jika bayi Anda juga obesitas. Namun, jika Anda obesitas tapi bayi Anda tidak mengalami obesitas, maka Anda harus pandai dalam menjaga berat badan bayi Anda.

Agar bayi Anda tetap memiliki berat badan yang normal, maka usahakan untuk memberikan ASI eksklusif dan tidak memberikan susu formula untuk makanan pendamping ASI. Suatu riset pernah menyimpulkan bahwa menyusui dapat menurunkan resiko obesitas pada anak, serta dapat mencegah anak untuk memiliki berat badan berlebih.

Bayi yang hanya mendapatkan ASI memiliki kadar lemak yag lebih rendah daripada bayi yang diberi susu formula. Tahukah Anda, bahwa bayi yang mendapatkna ASI mereka dapat mengndalikan jumlah ASI yang mereka konsumsi, bayi akan minta ASI jika membutuhkan. Namun, para bayi dengan susu formula, mereka minum susu tidak sesuai dengan kebutuhannya. Pada kenyataannya, ibu sering mentarget bayi untuk dapat menghabiskan susu yang telah dibuatkan, walaupun sebenarnya bayi sudah kenyang namun ibu tetap memberikan susu sampai botol benar-benar kosong.
Kenaikan Berat Badan Yang Berlebihan Pada Saat Ibu Hamil

Ingatkah, ketika Anda sedang hamil dan melakukan pemeriksaan, pada saat berat badan Anda naik sangat banyak pasti tenaga kesehatan yang melayani Anda selalu mengingatkan, agar menjaga pola makan. Nah, hal ini bertujuan untuk mencegah ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang berlebih.

Pada saat ibu mengalami kenaikan berat badan, pasti juga berpengaruh terhadap kenaikan berat badan janin yang dikandungnya. Banyak masyarakat yang berpesan pada ibu-ibu muda yang baru mengalami hamil, bahwa jangan sampai anaknya besar ketika masih di dalam kandungan. Jika diteliti lebih dalam memang benar, saat bayi Anda besar di dalam kandungan, maka juga dapat lahir dengan berat badan melebihi normal atau bayi raksasa (baby giant). Bayi raksasa dapat juga disebut dengan bayi obesitas.


Ibu Memiliki Riwayat Diabetes

Ibu yang memiliki riwayat diabetes, dapat berpengaruh terhadap kehamilan dan bayinya. Bayi dari ibu yang mengalami diabetes akan berpotensi untuk menjadi bayi obesitas, karena bayi memiliki kandungan kadar gula dalam darah yang berlebih. Jika bayi mendapatkan asupan gula yang berlebih, maka bayi mudah untuk mengalami obesitas.


Pemberian Susu Formula

Apakah Anda pernah sekilas mengamati tentang bayi yang hanya mendapatkan ASI dengan bayi yang mendapatkan susu formula? Bayi yang diberi susu formula pada umumnya memiliki berat badan yang tinggi, melebihi anak yang hanya diberi ASI. Kemudian, dengan demikian apakah kemudian Anda menyimpulkan bahwa susu formula lebih baik daripada ASI? Anda jangan terburu-buru mengambil kesimpulan sesaat. Memang, kandungan gizi pada susu formula berbeda dengan ASI, sehingga salah satu dampaknya adalah bayi dapat menglami obesitas.

Pada susu formula, terdapat gula tambahan yang dapat mengakibatkan bayi mengalami kelebihan kalori. Ketika bayi Anda kelebihan kalori, maka obesitas pun mudah untuk mengikuti bayi Anda. Kalori pada bayi akan terus menumpuk setiap Anda memberikan susu. Semakin lama Anda memberikan susu formula pada bayi Anda, maka penumpukan kalori pun akan semakin bertambah.

Selain itu, ketika Anda memberi susu formula, Anda pasti menggunakan botol. Nah, dalam hal ini berarti bayi sudah tidak lagi harus berusaha untuk menghisap dot, karena susu akan keluar dengan sendirinya. Susu akan secara otomatis keluar dari botol menuju mulut bayi dan masuk ke dalam perut. Susu formula yang diterima oleh bai Anda secara tidak sadar sudah dalam jumlah yang banyak. Bayi Anda pun juga tidak dapat mengontrol kebutuhannya dalam meminum susu, maka dari itu jumlah susu yang diterima oleh bayi pada umumnya selalu kebanyakan, sehingga memicu trjadinya obesitas.

Pada jenis susu formula tertentu, kandungan protein dan lemaknya terlalu tinggi, sehingga dapat mengganggu proses metabolisme tubuh. Protein dan lemak yang diterima tubuh berjumlah sangat banyak, kemudian didukung oleh proses metabolisme yang tidak sempurna, sehingga memudahkan tubuh untuk mengalami obesitas.

Mencegah Obesitas Pada Bayi

Bunda, walau gimana pun, obesitas itu tetap merugikan pada bayi. Meskipun Bunda merasa bahwa bayi gendut adalah bayi sehat. Tidak selamanya bayi gendut itu tetap sehat, tapi malah membawa resiko berbagai penyakit. Maka dari itu, Bunda harus menjaga agar bayi tetap gendut namun tidak sampai obesitas. Berikut adalah tips untuk mencegah obesitas pada bayi:

Menjaga Kesehatan Bayi

Bayi dan balita itu rentan untuk terserang penyakit, Bunda harus lebih berhati-hati untuk menjaga kesehatan bayi. Apabila bayi bunda sudah mulai mendapatkan makanan pendamping ASI, bunda harus selektif dalam memberikan makanan. Upayakan jangan memberi makan makanan yang berlemak dan jangan biasakan untuk memberi junk food atau fast food. Ketika Anda memberikan makanan tambahan, juga harus mengukur porsinya agar anak Anda tidak makan berlebihan.

Mungkin yang satu ini merupakan kebiasaan Bunda dalam memperlakukan anak, yaitu memberikan hadiah pada anak ketika anak berhasil melakukan sesuatu. Nah, namun Bunda jangan sampai memberikan iming-iming hadiah berupa makanan, karena dapat membuat anak memiliki kebiasaan makan yang berlebih sehingga terjadi obesitas. Selain itu, batasi anak untuk ngemil, agar anak tidak terbiasa untuk ngemil hingga dia dewasa.

Memantau Berat Badan Bayi

Pastikan Bunda selalu memantau berat badan bayi minimal satu bulan sekali. Coba lihat, apakah berat badan si bayi sedang dalam zona aman atau sudah melampaui batas normal. Pada KMS bayi, sudah tergambar jelas apakah bayi Anda tergolong obesitas atau tidak. Maka dari itu harus selalu dilihat, agar Anda juga dapat segera mengambil tindakan jika bayi Anda memiliki berat badan berlebih.

Meningkatkan Aktifitas Fisik Bayi

Salah satu upaya untuk menurunkan berat badan yaitu dengan berolah raga atau beraktifitas fisik. Agar kalori yang berada di dalam tubuh sebagian terbakar. Nah, begitu juga dengan bayi Anda. Latih bayi Anda untuk banyak bergerak, jangan hanya ditidurkan dan diam. Semakin bayi Anda lincah, maka aktifitas fisiknya juga banyak. Sehingga secara langsung kalori dalam tubuh si bayi sebagian akan terbakar. Niscaya bayi Anda akan mengalami penurunan berat badan atau minimal tidak mengalami kenaikan berat badan.

 

 

Tags : penyebab obesitas pada bayi,berat badan bayi berlebih,bagaimana menjaga berat badan saat hamil tetapi janin tetap mendapat gizi dan janin tidak obesitas,pengertian obesitas pada bayi,obesitas pada ibu muda,bayi obesitas,apa yang akan terjadi pada bayi obesitas,cara menjaga bb bayi agar tidak obesitas,apa yang akan terjadi pada bayi kelebihan kalori saat bayi obesitas, apakah susu ibu hamil bisa berakibat obesitas untuk janin

sumber : macampenyakit.com

 

 

loading...

Related posts

Related posts