tamara

  • 0

Mengenal Penyakit Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus merupakan suatu penyakit yang langka, penyakit jenis ini terjadi karena berbagai penyebab yang dapat mengganggu mekanisme tubuh dalam mengkonversi air. Penyakit dengan jenis ini merupakan suatu kelainan dalam tubuh dimana tubuh penderita kekurangan hormon yang disebut hormon antidiuretik yang akan menyebabkan rasa haus yang berlebihan dan keluarnya air kemih encer dalam jumlah yang besar. Dengan kekurangan hormon antidiuretik, maka air kemih yang dikeluarkan oleh penderita selalu dalam jumlah yang terlalu banyak. Karena kita mengetahui bahwa hormon antidiuretik berfungsi sebagai pencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak dalam tubuh manusia. Jika seseorang kekurangan hormon tersebut maka air kemih yang dikeluarkan selalu dalam jumlah yang melampaui batas.

Diabetes Insipidus

Rasa haus yang berlebihan yang dialami oleh penderita diabetes insipidus juga dikarenakan oleh banyaknya cairan yang dikeluarkan oleh penderita penyakit tersebut. Penyakit yang jarang ditemukan ini dapat terjadi secara perlahan maupun secara mendadak pada berbagai macam usia. Gejala utama yang muncul dari penyakit jenis ini adalah poliuria (pengeluaran air kemih encer berlebihan) dan polidipsia (rasa haus yang berlebihan). Dengan gejala tersebut dapat dipastikan jika cairan yang diminum oleh seseorang dan produksi urin seseorang selama 24 jam sangatlah banyak. Gejala lain dari penyakit yang satu ini biasanya tidak ditemukan, kecuali gejala lain yang diakibatkan oleh dehidrasi karena pengeluaran cairan tubuh yang terlalu banyak dan rasa haus yang berlebihan. Biasanya seseorang yang mengalami penyakit dengan jenis ini akan minum air sebanyak 3,8 hingga 38 liter. Jika hal tersebut tidak terpenuhi, maka penderita diabetes insipidus akan mengalami dehidrasi dan bukan tidak mungkin akan terserang penyakit yang ditimbulkan dari adanya dehidrasi tersebut.

Untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyakit yang satu ini, terdapat cara yang paling sederhana dan dapat dipercaya yaitu melalui water deprivation test. Dalam menjalani pemeriksaan ini sebaiknya harus dilakukan di rumah sakit, karena pada pemeriksaan ini penderita penyakit ini tidak diperbolehkan minum dan penderita dapat mengalami dehidrasi berat. Oleh karena itulah pemeriksaan ini dilakukan di rumah sakit, agar penderita diabetes insipidus mendapatkan penanganan dari dokter. Pada pemeriksaan ini, pembentukan air kemih, kadar elektrolit dalam darah serta berat badan harus diukur secara rutin selama beberapa jam. Pemeriksaan ini dihentikan apabila tekanan darah telah menurun atau meningkatnya denyut jantung atau dapat juga jika berat badan telah menurun lebih dari 5 % kemudian barulah diberikan suntikan hormon antidiuretik.

Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan cara mengatasi penyebab dari penyakit ini. Untuk mempertahankan keluarnya air kemih secara normal, dapat dilakukan penyemprotan dengan obat semprot hidung berupa vasopresin atau desmopressin asetat pada penderita diabetes insipidus.

loading...

Related posts

Related posts